Grandpas Cellar Shutdown Pemerintahan AS, Trump dan Kongres Saling Tuding Pemerintah Amerika Serikat resmi tutup mulai Rabu, 1 Oktober 2025, karena Kongres gagal menyetujui anggaran. Penutupan ini merupakan yang pertama dalam hampir tujuh tahun, akibat kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat mengenai perawatan kesehatan.
Pada Selasa, 30 September 2025, Senat yang dikuasai Partai Republik gagal meraih 60 suara untuk meloloskan Resolusi Berkelanjutan (CR). Rancangan anggaran itu hanya mendapatkan 55 suara mendukung dan 45 menolak, sehingga pemerintah menghadapi risiko shutdown.
Kebuntuan politik makin sulit diatasi karena kedua partai menolak kompromi. Partai Demokrat menuntut perpanjangan subsidi asuransi kesehatan di bawah Affordable Care Act (ACA), sementara Partai Republik bersikeras isu itu dibahas terpisah dari anggaran utama.
Akibat shutdown, lembaga federal hanya menjalankan fungsi esensial seperti penegakan hukum dan keamanan nasional. Sekitar 750.000 pegawai federal dirumahkan sementara tanpa kepastian gaji hingga pemerintah kembali dibuka.
Ketua DPR Mike Johnson menyebut penutupan ini “tak terelakkan,” sedangkan Wakil Presiden JD Vance menuding Demokrat sebagai pihak penghambat. Pemimpin Mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer justru menyalahkan Partai Republik karena menolak memperpanjang subsidi ACA.
Presiden Donald Trump juga gagal mencapai kesepakatan dengan pimpinan Kongres pada 29 September. Trump sempat memperingatkan kemungkinan pemangkasan besar-besaran personel federal melalui rencana pengurangan kekuatan (RIF).
Sejak 1981, Amerika Serikat telah mengalami 15 kali shutdown, sebagian besar berlangsung 1–2 hari. Shutdown terpanjang terjadi pada 2018–2019 saat pemerintahan Trump, yakni 35 hari, memengaruhi 340.000 pegawai federal.
Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperingatkan, penutupan pemerintah kali ini dapat merugikan ekonomi AS hingga miliaran dolar, tergantung durasi dan respons pemerintah ke depan.
Shutdown Pemerintahan AS, Trump dan Kongres Saling Tuding Shutdown Pemerintah AS Dimulai Setelah Kongres Gagal Capai Kesepakatan Anggaran
Pemerintah Amerika Serikat resmi mengalami shutdown mulai Rabu, 1 Oktober 2025, setelah Kongres gagal menyetujui anggaran. Penutupan ini menjadi yang pertama dalam hampir tujuh tahun, karena kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat terkait perawatan kesehatan di rancangan anggaran.
Pada Selasa, 30 September 2025, Senat yang dikuasai Partai Republik tidak berhasil mengumpulkan 60 suara yang dibutuhkan untuk meloloskan Resolusi Berkelanjutan (CR). Rancangan itu hanya mendapat 55 suara mendukung dan 45 menolak, sehingga gagal mencegah shutdown.
Kebuntuan semakin sulit diatasi karena kedua partai menolak kompromi. Demokrat menuntut perpanjangan subsidi asuransi kesehatan di bawah Affordable Care Act (ACA). Sementara itu, Partai Republik menegaskan isu ini harus dibahas terpisah dari anggaran.
Akibatnya, sejak pukul 00.00 waktu setempat, lembaga federal hanya menjalankan fungsi esensial seperti penegakan hukum dan keamanan nasional. Sekitar 750.000 pegawai federal diperkirakan dirumahkan sementara tanpa kepastian gaji hingga pemerintah dibuka kembali.
Ketua DPR Mike Johnson menyebut penutupan ini “tak terelakkan.” Wakil Presiden JD Vance menuding Demokrat sebagai pihak penghambat. Sebaliknya, Pemimpin Mayoritas Senat Demokrat Chuck Schumer menuding Partai Republik menolak perpanjangan subsidi ACA.
Pertemuan Presiden Donald Trump dengan pemimpin Kongres pada 29 September juga gagal menghasilkan kesepakatan. Trump memperingatkan kemungkinan pemangkasan besar-besaran pegawai federal melalui rencana pengurangan kekuatan (RIF).
Shutdown bukan hal baru di AS. Sejak 1981, terjadi 15 kali, sebagian besar berlangsung 1–2 hari. Penutupan terlama terjadi 2018–2019 selama 35 hari, membuat 340.000 pegawai federal menganggur sementara.
Menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO), penutupan ini dapat merugikan ekonomi AS hingga miliaran dolar. Dampak pasti tergantung pada durasi shutdown dan respons pemerintah. Pemerintah dan Kongres masih menghadapi tekanan untuk mencapai kesepakatan cepat.




Leave a Reply