grandpascellar, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan percepatan pembangunan jembatan bailey sebagai langkah utama memulihkan konektivitas daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh serta wilayah Sumatera lainnya. Instruksi itu disampaikan dalam rapat terbatas penanganan bencana yang digelar di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12).
Rapat tersebut berlangsung setelah berbagai laporan menunjukkan masih banyak desa yang terisolasi akibat putusnya jalur transportasi dan runtuhnya jembatan. Pemerintah menilai akses jalan menjadi kunci masuknya logistik, pelayanan kesehatan, dan evakuasi korban pada masa tanggap darurat.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta jembatan bailey yang saat ini dipasang pada beberapa titik vital harus selesai dalam waktu satu minggu. Keputusan ini sekaligus menjadi target kerja bersama antara Kementerian PUPR, aparat TNI, dan tim teknis di lapangan.
“Saya melihat pembangunan jembatan bailey yang tengah dikerjakan oleh PU dan dibantu TNI sudah berjalan baik. Diharapkan dalam satu minggu bisa beroperasi, sehingga jembatan-jembatan selanjutnya mulai dibuka,” kata Presiden.
Pembangunan Jembatan Bailey Dipacu di Lima Titik Prioritas
Hingga Sabtu malam, progres pemasangan jembatan bailey terus dikebut di beberapa wilayah, termasuk Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, hingga Timang Gajah. Kelima lokasi tersebut dipilih karena jalur transportasi ke desa sekitar terputus total.
Dengan hadirnya jembatan sementara ini, pemerintah berharap logistik bantuan dapat bergerak lebih cepat menuju titik pengungsian. Selain itu, pembukaan akses diharapkan mendorong percepatan penyaluran makanan, obat-obatan, logistik medis, dan perlengkapan darurat untuk warga.
Prabowo menyatakan bahwa keberhasilan pemasangan jembatan bailey akan menentukan efektivitas pemulihan tahap awal. Bila akses terbuka, layanan kesehatan lapangan, distribusi logistik, dan relokasi korban bisa berlangsung tanpa kendala besar.
Instruksi Presiden ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan perbaikan infrastruktur dasar sebagai prioritas respon cepat. Pemerintah tidak ingin wilayah terisolasi terlalu lama karena akan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat dan ketahanan psikologis korban.
BNPB Laporkan 523 Gampong Terdampak di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Dalam rapat yang sama, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan laporan kondisi terkini wilayah bencana. Ia menjelaskan bahwa akses di beberapa daerah memang mulai membaik, namun dua kabupaten masih masuk kategori berat terdampak.
“Di Bener Meriah ada 232 gampong terdampak, sementara Aceh Tengah 295 gampong di 14 kecamatan,” ujarnya.
Data ini menunjukkan sedikitnya 527 desa masih membutuhkan perhatian khusus, baik dalam distribusi bantuan maupun pemulihan infrastruktur. Meski begitu, Suharyanto menyebut kondisi di Aceh Tamiang mulai stabil. Bantuan kini dapat masuk melalui jalur darat meski jumlah desa terdampak masih mencapai 216 gampong.
Transisi menuju fase pemulihan belum dapat dilakukan penuh karena beberapa wilayah lain masih berstatus darurat. Selain kerusakan rumah warga, banjir juga memukul fasilitas pendidikan, jembatan penghubung, dan jaringan listrik.
Tiga Titik Jalan Nasional Masih Terputus, Dikerjakan Tim Gabungan
BNPB menyebut belum semua jalur vital bisa dilewati. Tercatat tiga titik jalan nasional masih terputus dan sedang dikerjakan secara intensif oleh Kementerian PUPR bersama Satgas gabungan.
“Pertama ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya, termasuk jembatan Meureudu yang masih putus. Kedua, Jembatan Teupin Manee yang menghubungkan Bireuen dan Bener Meriah. Ketiga, ruas jalan Kota Bireuen–Aceh Utara yang juga masih terputus,” jelas Suharyanto.
Pengerjaan dilakukan paralel untuk mempercepat pemulihan jaringan transportasi regional. Jalur ini juga merupakan akses distribusi bahan pangan dan energi, sehingga jika diselesaikan, arus logistik dapat mengalir lebih stabil.
Selain pengerjaan jembatan darurat, wilayah longsor dibersihkan menggunakan alat berat. Pemerintah menempatkan tim tambahan untuk mempercepat penanganan material yang menutup jalan.
Pemerintah Dorong Kerja Kolaboratif Hingga Pemulihan Menyeluruh
Upaya percepatan pembangunan jembatan menjadi bagian dari strategi pemulihan jangka menengah. Pemerintah menargetkan jalur transportasi utama kembali normal sehingga pemulihan ekonomi warga bisa dimulai.
Langkah ini diproyeksikan menjadi pondasi untuk memulai perbaikan rumah terdampak dan fasilitas publik. Setelah fase tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan bertahap sesuai tingkat kerusakan.
Dengan arahan Presiden, pemerintah menegaskan kembali komitmen negara untuk hadir dalam setiap fase penanganan bencana. Sinergi antar lembaga diharapkan mampu menekan risiko keterlambatan distribusi bantuan.
Ke depan, pemerintah akan memantau progres pembangunan secara berkala untuk memastikan target satu minggu dapat tercapai. Jika pengerjaan berhasil tepat waktu, desa terisolasi akan kembali terhubung dan aktivitas sosial warga bisa pulih lebih cepat.
baca juga di sini : Golkar Lempar Isu Koalisi Permanen, Bagaimana Respons Parpol Lainnya?




Leave a Reply