Grandpas Cellar Serangan Siber Ganggu Bandara Eropa, Ribuan Penumpang Serangan siber menargetkan sistem check-in dan boarding beberapa bandara utama di Eropa pada Sabtu, 20 September 2025. Insiden ini menyebabkan penundaan besar dan pembatalan penerbangan, memengaruhi ribuan penumpang.
Collins Aerospace, operator sistem terdampak, melaporkan gangguan teknis yang masih berlangsung. Bandara Heathrow London memperingatkan penumpang agar memantau status penerbangan secara ketat. Bandara Brussels mengonfirmasi layanan check-in otomatis tidak berfungsi, sehingga staf menggunakan prosedur manual. Bandara Berlin juga menyatakan waktu tunggu check-in menjadi lebih lama.
“Hal ini memberikan dampak besar pada jadwal penerbangan, dan kami berupaya menyelesaikannya secepat mungkin,” ujar perwakilan bandara, dilansir Reuters. Penumpang dianjurkan mengonfirmasi penerbangan dengan maskapai sebelum berangkat.
Tidak semua bandara terdampak. Frankfurt dan Zurich melaporkan operasi normal. Bandara-bandara ini menegaskan layanan berjalan tanpa gangguan. Perbedaan dampak menunjukkan bahwa serangan siber hanya menargetkan penyedia sistem tertentu yang beroperasi lintas Eropa.
Ke depan, otoritas bandara bekerja sama dengan penyedia layanan untuk memperkuat keamanan siber. Mereka berharap mencegah insiden serupa dan mengurangi risiko gangguan bagi penumpang internasional.
Serangan Siber Ganggu Bandara Eropa, Ribuan Penumpang Protes dan Sambutan Publik Sambut Kunjungan Kenegaraan Donald Trump ke Inggris
Ribuan warga Inggris turun ke jalan untuk memprotes kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump pada 17 September 2025. Demonstrasi bertajuk “Trump Not Welcome” digelar 40 km dari pusat kota London. Koalisi protes didukung organisasi seperti Amnesty International, Abortion Rights, dan aktivis pro-Palestina.
Protes berlangsung damai dengan lebih dari 5.000 peserta, didukung pengawalan 1.600 polisi. Spanduk bernada tegas seperti “Tidak Diinginkan di Sini, Tidak Diinginkan di Mana Pun” terlihat sepanjang jalannya demonstrasi.
Di sisi lain, puluhan pendukung Trump menyambut kedatangan presiden di Kastil Windsor. Steven DeFranco, mantan polisi New York, menilai Trump sebagai “cahaya yang bersinar” dan menyebut kunjungannya luar biasa.
Jajak pendapat YouGov menunjukkan opini publik Inggris terbagi, 45% menilai undangan Trump sebagai kesalahan, sedangkan 30% mendukungnya. Jumlah peserta protes kali ini mirip kunjungan 2019, namun jauh lebih sedikit dibandingkan kunjungan resmi pertama pada 2018.
Kunjungan ini mencerminkan ketegangan antara simbol kerajaan dan opini publik, sekaligus menyoroti perbedaan pandangan masyarakat Inggris terhadap kebijakan dan figur Trump.




Leave a Reply