Grandpas Cellar Komisi III DPR Puji Polri Kelola SPPG dengan Sukses Komisi III DPR RI memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas keberhasilan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengelolaan SPPG dilakukan dengan standar tinggi, sehingga kualitas makanan terjaga dan potensi keracunan dapat dicegah.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan keterlibatan Polri menunjukkan komitmen nyata hadir di tengah masyarakat. Polri tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mendukung kebijakan sosial pemerintah. “Atas nama Komisi III DPR RI, kami mengapresiasi kinerja Polri yang ikut menyukseskan program MBG dengan mengelola SPPG berstandar tinggi,” ujarnya di Jakarta, Minggu.
Hingga saat ini, SPPG di bawah naungan Polri telah berjumlah lebih dari 600 unit. Dari pemantauan yang dilakukan, tidak ada laporan keracunan karena proses pengelolaan dilakukan secara ketat dan sistematis. Setiap makanan melewati dua tahap rapid test yang mencakup cek bau, rasa, tekstur, serta penggunaan reagen untuk mendeteksi potensi kerusakan.
Habiburokhman berharap jumlah SPPG Polri terus bertambah. Ia juga mendorong agar standar tata kelola SPPG Polri dijadikan acuan nasional. Dengan standar tersebut, kasus keracunan dapat ditekan bahkan dihilangkan sepenuhnya.
Keberhasilan SPPG mencerminkan dukungan Polri terhadap program pemerintah. Kehadiran Polri selalu signifikan, terutama saat krisis, seperti pandemi COVID-19. “Polri selalu hadir di saat kritis dan memberi kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara. Ini bentuk nyata reformasi Polri yang terus berjalan,” kata Habiburokhman.
Ke depan, penguatan SPPG diharapkan menjadi model nasional dalam penyediaan makanan bergizi dan aman, sekaligus menegaskan peran Polri dalam program sosial pemerintah.
Komisi III DPR Puji Polri Kelola SPPG dengan Sukses, Komisi III DPR Apresiasi Program MBG
Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kepada Polri atas keberhasilan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengelolaan ini dilakukan dengan standar tinggi dan menunjukkan komitmen nyata Polri hadir di tengah masyarakat.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menekankan bahwa Polri tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mendukung kebijakan sosial pemerintah. Menurutnya, keberhasilan Polri dalam program MBG menunjukkan integritas dan profesionalisme institusi tersebut.
Hingga saat ini, SPPG di bawah pengelolaan Polri telah berjumlah lebih dari 600 unit. Pemantauan menunjukkan tidak ada laporan keracunan makanan karena pengelolaan dilakukan secara ketat dan terstandarisasi. Setiap makanan melewati dua tahap rapid test untuk mengecek bau, rasa, tekstur, dan penggunaan reagen. Metode ini memungkinkan deteksi kerusakan atau kontaminasi sejak dini.
“Setiap makanan melalui dua tahap rapid test cek bau, rasa, tekstur, dan reagen sehingga potensi kerusakan terdeteksi lebih awal,” ujar Habiburokhman. Ia juga mendorong agar jumlah SPPG Polri terus ditingkatkan dan standar pengelolaan SPPG Polri dijadikan acuan nasional. Dengan demikian, kasus keracunan bisa ditekan bahkan dicegah sepenuhnya.
Keberhasilan SPPG mencerminkan komitmen Polri mendukung program pemerintah, terutama di masa krisis seperti pandemi COVID-19. Habiburokhman menambahkan, kehadiran Polri di saat kritis dan kontribusinya bagi bangsa menjadi bukti reformasi Polri yang terus berjalan.
“Polri selalu hadir di saat kritis dan memberi kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara. Ini bentuk nyata reformasi Polri yang terus berjalan,” tuturnya. Dengan standar tinggi dan pengelolaan ketat, SPPG Polri diharapkan menjadi model nasional yang bisa diikuti lembaga lain.




Leave a Reply