Bupati Buton Alvin Dikabarkan Hilang, Klaim Dinas 20 Hari

Bupati Buton Alvin Dikabarkan Hilang, Klaim Dinas 20 Hari

Grandpas Cellar Kabupaten Buton digemparkan laporan masyarakat dan mahasiswa yang menyebut Bupati Alvin Akawijaya Putra hilang. Alvin membantah tudingan itu dan menjelaskan ketidakhadirannya bukan karena menghilang, tetapi sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta selama hampir 20 hari.

Kasus ini berawal ketika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang menamakan diri Rakyat Buton, melaporkan Alvin sebagai orang hilang ke polisi. Laporan resmi diterbitkan pada 18 September. Ketua IMM Buton, Muhammad Muzli, menilai keberadaan Alvin tidak jelas. Ketua Komisariat HMI Buton, Yusmiati, menambahkan Alvin tidak pernah berkantor maupun menempati rumah jabatan dalam beberapa pekan terakhir.

Selain laporan resmi, warga dan mahasiswa juga menyebarkan pamflet orang hilang di ruang publik sebagai bentuk protes. Menanggapi hal ini, Alvin menegaskan baru kembali ke Buton pada Sabtu (20/9) malam. Ia menjelaskan, selama dua minggu hari kerja di Jakarta, tujuan perjalanan adalah mencari solusi atas persoalan keuangan Kabupaten Buton.

“Kalau hanya duduk di kursi kantor, tidak ada jalan keluar yang bisa dicapai,” ujar Alvin. Ia menjelaskan sebagian besar APBD Buton bergantung pada transfer pusat, yaitu 96 persen, sedangkan PAD hanya 4 persen. Beban keuangan yang ditinggalkan pemerintah sebelumnya berupa utang dan defisit anggaran mencapai Rp22 miliar.

Selama di Jakarta, Alvin bertemu berbagai pejabat, termasuk Direktorat Jenderal Bina Marga. Dari pertemuan itu, Buton memperoleh bantuan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), salah satunya peningkatan jalan di Stadion 2. Alvin menekankan bahwa hasil kerja harus dinilai, bukan sekadar absensi di kantor.

Bupati muda berusia 29 tahun ini adalah putra Ali Mazi, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara. Alvin memenangkan Pilkada 2025 dengan 35,86 persen suara, menjadi salah satu kepala daerah termuda di Indonesia. Ia meminta masyarakat menilai kinerja berdasarkan hasil nyata, bukan ketidakhadiran di kantor.

Bupati Buton Alvin Dikabarkan Hilang, Klaim Dinas 20 Hari, Jelaskan Aktivitas di Jakarta

Jakarta – Kabupaten Buton sempat heboh setelah sejumlah warga dan mahasiswa melaporkan Bupati Alvin Akawijaya Putra sebagai orang hilang. Alvin menegaskan ketidakhadirannya bukan karena menghilang, melainkan karena menjalankan tugas resmi di Jakarta selama hampir tiga minggu.

Insiden ini bermula ketika HMI dan IMM, yang mengaku mewakili aspirasi masyarakat, membuat pengaduan ke pihak kepolisian pada 18 September. Ketua IMM Buton, Muhammad Muzli, mengaku keberadaan Alvin sulit dipastikan. Ketua HMI Buton, Yusmiati, menambahkan selama beberapa pekan, Bupati tidak terlihat di kantor maupun rumah dinas.

Selain pengaduan resmi, mahasiswa dan warga menyebarkan poster berisi laporan hilang sebagai bentuk protes. Alvin menegaskan, ia baru kembali ke Buton pada Sabtu (20/9) malam. Selama di Jakarta, ia fokus mencari solusi terkait kondisi keuangan daerah.

Menurut Alvin, hampir seluruh pendapatan kabupaten berasal dari alokasi pusat, sementara kontribusi lokal sangat kecil. Beban keuangan dari pemerintahan sebelumnya, termasuk utang dan defisit sekitar Rp22 miliar, menambah tantangan.

Selama berada di Jakarta, Alvin melakukan pertemuan dengan berbagai pejabat, termasuk dari Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasilnya, Buton memperoleh dukungan pembangunan melalui program Inpres Jalan Daerah, termasuk perbaikan jalan menuju Stadion 2. Alvin menekankan, masyarakat sebaiknya menilai prestasi nyata, bukan hanya kehadiran di kantor.

Alvin, politikus muda berusia 29 tahun, merupakan putra Ali Mazi, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara. Pada Pilkada 2025, ia berhasil meraih 35,86 persen suara, menjadikannya salah satu kepala daerah termuda di Indonesia. Ia meminta publik melihat kinerja berdasarkan pencapaian konkret, bukan sekadar absensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *